Kapan Tubuh Perlu dan Tidak Perlu Minum Suplemen?

Kapan Tubuh Perlu dan Tidak Perlu Minum Suplemen?

Vitamin dan mineral sangat penting untuk tubuh. Penelitian memperlihatkan bahwa vitamin dan mineral bisa menolong menghindar kanker, penyakit jantung, juga masalah kesehatan lain.

Vitamin dan mineral sangat penting untuk tubuh. Vitamin dan mineral tak hanya didapat berasal dari makanan tetapi ada juga yang berwujud suplemen. Kapan tubuh mesti dan tidak mesti minum suplemen?

Kebanyakan penelitian berkenaan vitamin dilaksanakan berasal dari kandungannya yang terdapat makanan, bukan suplemen.

Jika Anda makan makanan yang kaya buah-buahan, sayuran dan makanan yang diperkaya vitamin mungkin Anda mendapat seluruh yang dibutuhkan. Tapi suplemen tawarkan kemudahan dalam melindungi kesehatan.

Apakah Anda sangat memerlukan suplemen? Berikut adalah saran cepat untuk nutrisi berguna dan manfaat lebih dari satu macam suplemen layaknya dilansir Health, Rabu (24/8/2011) Cara Mengonsumsi Suplemen Vitamin dengan Benar .

1. Beta-karoten
Ditemukan pada wortel, ubi jalar, dan paprika hijau. Antioksidan ini diubah menjadi vitamin A oleh tubuh dan penting untuk penglihatan, kulit yang sehat serta menolong manfaat proses kekebalan tubuh.

Tapi tidak ditemui bukti yang sangat kuat untuk merekomendasikannya sebagai pencegah kanker. Bahkan, sebuah penelitian th. 2004 menemukan bahwa suplemen beta karoten bisa menaikkan risiko kanker paru-paru pada perokok.

Maka menjauhkan suplemen jika Anda seorang perokok dan cobalah untuk mendapat asupan beta-karoten berasal dari buah-buahan dan sayuran, meskipun Anda perokok atau bukan.

2. Kalsium
Tubuh kita memerlukan kalsium untuk melindungi kesehatan tulang dan menghindar osteoporosis. Zat ini lebih dari satu besar ditemukan dalam product susu layaknya susu, yoghurt dan keju.

Suplemen bukan inspirasi yang tidak baik jika Anda tidak suka susu. Tetapi jika Anda miliki batu ginjal atau seorang wanita berusia 70 th. ke atas, lebih baik tidak mengkonsumsinya. Sebuah laporan th. 2010 menemukan bahwa suplemen menaikkan risiko serangan jantung pada wanita pascamenopause. Jika Anda menentukan untuk meminum suplemen, pastikan dosisnya tak lebih berasal dari 500 miligram dalam satu kali pemakaian. Kombinasikan juga dengan vitamin D untuk menaikkan penyerapan kalsium.

3. Asam folat
Asam folat bisa menghindar cacat tabung saraf layaknya pada bayi dan kerap ditambahkan dalam sereal sarapan. Ditemukan juga pada sayuran hijau, kacang-kacangan, jeruk, roti dan pasta harga utsukushii afc .

Mengkonsumsi 400 mikrogram sehari dan 600 mikrogram ketika sedang hamil atau menyusui bukan tindakan yang pintar. Jumlah itu mesti diperoleh berasal dari asupan makanan, suplemen atau keduanya. Sampai selagi ini, tetap belum diketahui manfaat folat dalam memerangi kanker, penyakit jantung atau penyakit mental.

4. Zat Besi
Mineral ini sangat penting untuk menolong manfaat sel-sel darah merah dan pencegahan anemia. Akan lebih baik jika tubuh beroleh zat besi berasal dari sumber makanan layaknya daging tanpa lemak, makanan laut, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau.

Namun suplemen akan dibutuhkan ketika menderita anemia atau dokter meresepkannya sebelum saat operasi. Perempuan hamil atau sedang menstruasi mungkin juga memerlukan suplemen zat besi.

5. Multivitamin
Ada sedikit bukti penelitian yang mengungkap bahwa multivitamin bisa menolong menghindar kanker payudara. Namun penelitian lain menyatakan bahwa manfaat multivitamin hanya bisa kurangi risiko kanker pada orang dengan gizi buruk. Dan sebuah penelitian besar pada th. 2009 gagal menemukan efek multivitamin pada kanker atau resiko kematian pada wanita postmenopause.

Multivitamin bukan inspirasi yang tidak baik jika Anda sedang bepergian. Tapi jangan meminta bisa menolong menanggulangi penyakit tertentu.

6. Kalium
Kalium bisa menurunkan tekanan darah, menanggulangi detak jantung yang tak teratur, dan menanggulangi efek biasanya natrium. Ditemukan dalam pisang, kismis, sayuran hijau, jeruk, dan susu.

Untuk pengidap penyakit jantung, pertimbangkan masak-masak sebelum saat mengambil suplemen ini dikarenakan bisa menaikkan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Perlu diketahui bahwa kalium yang sangat banyak bisa beresiko bagi orang yang sudah tua dan penderita penyakit ginjal.

7. Selenium
Tubuh hanya memerlukan sejumlah kecil antioksidan yang bisa ditemukan pada daging, makanan laut, telur dan roti ini. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi 200 mikrogram selenium setiap hari kurangi risiko prostat, paru-paru dan kanker kolorektal

Jangan mengandalkan suplemen selenium untuk menurunkan risiko kanker dikarenakan tubuh mungkin memadai mendapatkannya berasal dari sumber makanan.

8. Vitamin C
Banyak dipuji bisa mengobati seluruh penyakit dan ditemukan dalam buah jeruk, berry, brokoli dan paprika hijau. Paling kerap dikenal untuk menghindar pilek. Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa konsumsi vitamin C secara teratur bisa kurangi tanda-tanda pilek.

Cobalah untuk mendapat asupan vitamin C lewat makanan. Tidak apa-apa jika mengambil suplemen, khususnya untuk seorang perokok atau bukan perokok yang kerap terpapar asap rokok. Suplemen akan banyak berguna dalam menaikkan asupan untuk memerangi pilek dan batuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *